Minggu, 25 November 2018

PENYIRAM OTOMATIS BERBASIS IOT


PENYIRAM OTOMATIS BERBASIS IOT
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

MAKALAH


  Disusun oleh:

DINI HADIATI
181000034

 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS SATYA NEGARA INDONESIA
JAKARTA
2018




KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makaalah ini dalam bentuk isinya yang sangat sederhana.
Harapan saya semoga makalah ini menjadi salah satu acuan dan pengalaman bagi para pembaca sehingga saya dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena faktor pengalaman yang kurang juga. Oleh karena itu, saya harap kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran membangun guna kesempurnaan makalah ini.


Jakarta, 25 November 2018





DAFTAR ISI

        KATA PENGANTAR    ….…………………………………...........................………i
        DAFTAR ISI   …………………………………………..….……...............................ii
        ABSTRAK  ……….…......………………………………………...............................1
        BAB I LATAR BELAKANG  ...……………….……………..…...............................2
        BAB II PEMBAHASAN  .………………………..…………….................................4
              1. Infrastruktur  ………….…………….……….………………….............................4
              2. Kelebihan & Kekurangan  …….…….……………...…….....................................10
              3. Biaya  ……………..……………….…………………….......................................11
        BAB III PENUTUP  ……..……………………………...………..............................12
        REFERENSI  ……………………………………...…...………................................13









ABSTRAK

Di jaman modern ini keinginan manusia akan kebutuhan semakin meningkat. Diantara mereka banyak yang membuat alat-alat elektronika serba otomatis yang dapat memudahkan semua pekerjaan. Maka dilakukanlah penelitian tentang otomatisasi penyiraman dengan objek tanaman. Penyiraman otomatis jarak jauh ini dapat dimonitoring menggunakan telepon seluler pintar (smartphone). Penyiraman otomatis ini menggunakan banyak komponen dengan menggunakan kontroler nodeMCU berbasis Arduino. Suhu tanaman, kelembapan udara, kelembapan tanah, dan cahaya sangat berpengaruh terhadap tanaman, karena setiap tanaman mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Dengan sensor kelembapan tanah, sensor kelembapan udara, sensor suhu dan sensor cahaya maka dapat diambil data analog untuk diproses di mikrokontroler. Setelah semua data diperoleh, dapat diatur dengan logika fuzzy, sehingga alat penyiraman otomatis ini dapat bekerja sesuai intruksi. Setrlah alat dapat bekerja dengan intruksi, maka perlu modul wireless untuk komunikasi dengan smartphone. Dibuatlah software untuk penyiraman otomatis bisa terkoneksi denagan alat. Software ini dapat mengecek data tanaman secara real time.





BAB I
LATAR BELAKANG

Era modern ini otomisasi elektronika sudah berkembang pesat. Keinginan manusia yang ingin serba enak menuntut manusia untuk membuat alat-alat elektronika serba otomatis sehingga dapat meringankan pekerjaan manusia. Persaingan ekonomi, pendidikan dan lain-lain maka dituntut untuk berfikir maju dan modern. Bagaimana manusia seminimal mungkin untuk membuat suatu pekerjaan digantikan perannya dengan suatu alat ataupun robot. Maka zaman sekarang alat otomatis berkembang begitu pesat.
Dampak positif dari berkembangnya alat ini dapat dirasakan oleh manusia. Pekerjaan lebih mudah, dan tingkat keselamatan juga tinggi. Tapi ada pula dampak negatifnya, yaitu minimnya lapangan pekerjaan karena semua digantikan oleh alat dan robot otomatis ini. Untuk itu perlu difikirkan lagi agar alat yang dibuat dapat bermanfaat tanpa merugikan manusia.
Air merupakan kebutuhan penting bagi setiap makhluk hidup termasuk tanaman. Salah satu metode untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman dengan penyiraman. Penyiraman tanaman merupakan pekerjaan yang biasa dilakukan setiap hari, baik itu untuk tanaman pribadi rumah, tanaman yang ada di taman-taman.kota dan di sepanjang jalan trotoar serta tanaman-tanaman yang di buat usaha budidaya. Penyiraman tanaman tersebut merupakan salah satu pekerjaan yang monoton dan dan rutin serta biasanya pekerjaan ini dilakukan secara manual dengan membayar seorang pegawai untukmelakukan penyiraman pada waktu-waktu tertentu.
Inilah yang membuat adanya terobosan alat penyiraman otomatis dengan kendali manusia dikontrol memalui smarphone. Dengan alat ini diharapkan dapat bekerja dengan area penyiraman kecil ataupun skala besar, karena banyak masyarakat pedesaan yang jauh dari teknologi masih melakukan penyiraman secara manual dengan mengandalkan air dari waduk maupun hujan sehingga tanaman petani kualitasnya butuk akibat masalah air dan dapat jadi gagal panen. Dengan ini masyarakat  dapat menerapkan alat penyiraman otomatis  sehingga bermanfaat.





BAB II
PEMBAHASAN

11.     Infrastruktur

1.1  Arduino
Arduino dikatakan sebagai sebuah platform dari physical computing yang bersifat open source. Pertama- tama perlu dipahami bahwa kata “platform” disini adalah sebuah pilihan kata yang tepat. Arduino tidak hanya sekedar sebuah alat pengembangan, tetapi ia adalah kombinasi dari hardware, bahasa pemprograman dan Integrated Development Environtment (IDE) yang canggih. IDE adalah sebuah software yang sangat berperan untuk menulis program, mengcompile menjadi kode biner dan mengupload ke dalam memory microcontroller. Ada banyak projek dan alat alat yang dikembangkan oleh akademisi dan profesional dengan menggunakan Arduino, selain itu juga ada banyak modul-modul pendukung (sensor, tampilan, penggerak dansebagainya) yang dibuat oleh pihak lain untuk dapatdisambungkan dengan Arduino.

Arduino berevolusi menjadi sebuah platform karena ia menjadi pilihan dan acuan bagi banyak praktisi.Salah satu yang membuat arduino memikat hati banyak orang adalah karena sifatnya open source, baik untuk hardware maupun softwarenya. Komponen utama didalam papan Arduino adalah sebuah microcontroller 8 bit dengan merk Atmega yang dibuat oleh perusahaan Atmel Corporation. Berbagai papan Arduino menggunakan tipe Atmega yang berbeda-beda tergantung dari spesifikasinya, sebagai contoh Arduino Uno menggunakan Atmega328 sedangkan Arduino Mega 2560 yang lebih canggih menggunakan Atmega2560 (Feri Djuandi,2011: 2)
1.2 Pompa Air
Pompa adalah mesin atau peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan cairan dari daerah bertekanan rendah ke daerah yang bertekanan tinggi dan juga sebagai penguat laju aliran pada suatu sistem jaringan perpipaan.


1.3 Soil Moisture Sensor
Moisture sensor adalah sensor kelembaban yang dapat mendeteksi kelembaban dalam tanah. Sensor ini membantu memantau kadar air atau kelembaban tanah pada tanaman pekarangan atau taman kota. Sensor ini terdiri dua probe untuk melewatkan arus melalui tanah, kemudian membaca resistansinya untuk mendapatkan nilai tingkat kelembaban. Semakin banyak air membuat tanah lebih mudah menghantarkan listrik (resistansi kecil), sedangkan tanah yang kering sangat sulit menghantarkan listrik (resistansi besar) (Famosa, 2011).
Adapun spesifikasi dari sensor yaitu :
1. Tegangan masukan : 3.3 volt atau 5 volt
2. Tegangan keluaran : 0 –4.2 volt
3. Arus : 35 mA
4. Deskripsi pin :
·         Tegangan keluaran analog (kabel biru) pada pin 1.
·         Tegangan masukan (kabel merah) pada pin 3.
·         GND (kabel hitam) pada pin 2.

1.4 LDR (Light Dependent Resistor)

LDR adalah suatu resistor yang nilai resistansinya bergantung pada cahaya (jika mendapat cahaya terang, nilai resistansinya kecil sekitarr ratusan s.d. kilo ohm, jika kondisi gelap nilai resistansi akan semakin besar dapat mencapai puluhan sampai ratusan kilo ohm bahkan mencapai mega ohm), umumnya LDR digunakan sebagai sensor cahaya.
    
1.5 Sensor Suhu dan Kelembaban (DHT11)
Sensor DHT11 adalah sensor suhu dan kelembapan udara. Range kelembapan yang dapat diukur antara 20% - 90% RH dengan tingkat akurasi ±4% RH dan sensivitas 1%RH. DHT11 memiliki 3 buah pin, yang terdiri dari pin VC, DATA, dan GND.
1.6 Software
Perangkat lunak yang digunakan dalam pembuatan penyiraman otomatis ini
menggunakan :

Nama Program
Fungsi
Arduino IDE
Untuk memprogram mikrokontroller arduino. Dan
sebagai jembatan antara sensor dengan suatu mikrokontroller dan sebagainya
Android Studio
Pemograman software android untuk telepon seluler pintar yang mempunyai OS android.

 

·         Flowchart Sistem

 



a.    Pertama setelah semua rangkaian dan komponen siap maka parameter sensor akan dibaca oleh microkontroler dan setelah nilainya diolah maka langsung terintegrasi dengan smartphone yang sudah tersambung. Sehingga pengguna smartphone dapat memonitoring.
b.      Jika nilai paremeter sensor kurang dari nilai setpoint yang sudah disetel maka tidak ada aksi apapun, sehingga hanya masih monitoring.
c.       Jika nilai parameter lebih atau sama dengan setpoint maka mikrokontroler akan mengirim notifikasi ke smartphone untuk melakukan aksi penyiraman atau alat otomatis menyiram dengan sendirinya.
d.      Apabila pengguna smartphone ingin melakukan penyiraman otomatis maka alat akan langsung melakukan penyiraman otomatis meskipun nilai parameter kurang dari setpoint


·         Diagram Blok


Dari diagram diatas input dari alat tersebut adalah parameter analog yaitu berupa suhu, kelembapan, cahaya. Setelah itu akan diproses mikrokontroler untuk memberi perintah ke akuator. Sebelum melakukan perintah, nilai parameter analog akan disesuaikan dengan set point yang di set mikro untuk masing-masing sensor. Jika nilai parameter sesuia setpoint maka mikro akan memberikan perintah sesuia dengan system, begitu pula sebaliknya. Berikut penjelasan lengkapnya:
a.       Pertama input dari sensor akan diproses pada mikrokontroler
b.      Mikrokontroler yang digunakan adalah node mcu yang berbasis Arduino dengan ESP8266 khusus untuk program IOT
c.       Setelah data diproses di mikrokontroler sesuai dengan metode fuzzy maka outputnya akan mengaktifkan relay yang tersambung dengan pompa air.
d.      Pompa aktif apabila nilai inputan tidak sesuai atau sesuia dengan parameter yang sudah diset dan pompa mengalirkan air untuk menyiram tanaman
e.        Apabila nilai imputan masih belum sesuai dengan parameter maka pompa akan terus aktif sehingga ada timbal balik dikarenakan belum sesuai dengan parameter yang sudah di set. Bila sudah sesuai maka pompa akan otomatis mati, sehingga alat ini dapat menstabilkan parameter input agar sesuai dengan parameter yang sudah diset.

2.      Kelebihan dan Kekurangan

2.1  Kelebihan
  • Hemat waktu, anda bisa melakukan pekerjaan lain tanpa harus berdiri memegangi selang selama menyiram tanaman, misalnya: merawat tanaman lain, mencuci kendaraan, membersihkan halaman rumah dll.
  • Hemat biaya. Pada perkebunan atau pertanian dengan luas area yang cukup luas, anda tidak perlu membayar tenaga kerja hanya untuk melakukan pekerjaan menyiram. Dengan pemasangan sprinkler anda dapat menghemat biaya tenaga kerja.
  • Penyiraman lebih merata.
  • Hemat air, dengan pengaturan debit air yang sesuai dengan keperluan tanaman, anda dapat menekan biaya penggunaan air, hal tersebut hanya dimungkinkan jika anda menggunakan sprinkler.
  • Keindahan tanaman selalu terjaga; jika anda menyiram menggunakan selang, kemungkinan anda akan berjalan sambil menginjak rumput. Jika hal tersebut dilakukan setiap hari atau 2 kali sehari, lama kelamaan akan membentuk jejak rumput mati/ kerdil yang tentunya akan mengurangi keindahan taman anda.
2.2  Kekurangan

·         Alat ini memang menguntungkan bagi perusahaan yang akan menerapkannya, namun dari segi perekonomian sama saja menyumbang aspek pengangguran





3.      Biaya
Rincian pembiayaan dalam pembuatan sistem penyiraman otomatis
Nama Komponen
Spesifikasi
Jumlah
 Harga
Node MCU
5 VDC
1 buah
 Rp        375.000
Sensor DHT-11
5 VDC
1 buah
 Rp          15.000
Sensor Moisture
5 VDC
1 buah
 Rp        598.000
Sensor LDR
5 VDC
1 buah
 Rp             1.000
Ic Multiplexer 4051
3-12 VDC
1 buah
 Rp          10.000
Modul relay
5 VDC- 220V AC
1 buah
 Rp          19.000
Pompa Booster
9-12 VDC
1 buah
 Rp        720.000
Adaptor
12 VDC
1 buah
 Rp          45.000
Selang
High pressure
1 buah
 Rp        150.000
End konektor nozzel
- 
1 buah
 Rp          45.000
Nozzle spayer
-
1 buah
 Rp          50.000
Tangki air
 -
- 
 Rp    1.000.000
Tempat akrilit
L = 40 cm
1 buah
 Rp        100.000
Smartphone
OS Android
1 buah
 Rp    1.500.000
Kabel jumper
 -
1 buah
 Rp          17.000
PCB matriks
 -
1 buah
 Rp             3.000
Resistor
100 ohm
1 buah
 Rp          50.000
Pipa
1 meter
1 buah
 Rp          60.000
Total
 Rp    4.758.000



























Penggunan alat ini pernah digunakan pada penelitian mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 2017 dan tidak dipasarkan. Seiring berjalannnya waktu, akhirnya banyak mahasiswa dari berbagai kota mencoba mengaplikasikan ide membuat penyiram otomatis hingga saat ini.





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Keberhasilan rancang bangun alat ditentukan oleh masing-masing sensor yang dapat bekerja dan mengendalikan akuator atau outputnya masing-masing. Alat juga dapat berkomunikasi dengan smartphone dengan presentasi keberhasila alat sampai menumbuhkan tanaman itu berada pada angka 100%.
Sistem konunikasi akan berjalan dengan baik, dengan bantuan web server dan koneksi internet maka alat dapat mengurim parameter ke server web tersebut. Data dapat diakses dimana saja asalkan ada koneksi internet.
Dengan alat ini memudahkan pada petani atau perusahaan yang berbisnis  di sektor pertanian dalam mengembangkan bisnisnya.






REFERENSI




PERTEMUAN 6

  Assalamu'alaikum. Wr. Wb   Kali ini saya akan membagikan postingan tugas Pertemuan Soal Latihan matakuliah Pemrograman Web 1. Berikut ...