Jumat, 10 Maret 2017

Beberapa Hakikat


Setiap orang pasti memilki cita-cita. Entah cita-cita kebahagiaan, kesuksesan ataupun cinta abadi. Menggapai ketiganya cukup sulit, namun diantara ketiganya ada yang mudah, yaitu mendapat kebahagiaan. Kamu bisa bahagia kapanpun kamu mau. Bahagia tidak perlu dicari, namun dirimu-lah yang ciptakan itu sendiri. Tak perlu mengemis kebahagiaan pada orang lain. Orang lain belum tentu memberikannya. Ciptakan kebahagiaan sesuai apa yang kau mau, yang sederhana pun akan bermakna bila kamu telah mengetahui hakikat bahagia. Apa hal sederhana itu? Bersyukur. Itu salah satu kuncinya.
Di dunia ini Allah SWT menciptakan segala sesuatu bukan tidak mungkin ada sebab akibatnya. Salah satunya mengapa kamu mendapat masalah, karena dirimu-lah yang pantas untuk bisa menyelesaikan masalah itu. Tak ada orang sehebatmu yang dipilih Allah SWT untuk menyelesaikan masalah itu. Bersyukurlah, dengan kau mendapat masalah, itu berarti Allah SWT telah mengangkat derajatmu.

Setelah kebahagiaan yang mudah didapatkan, ternyata kesuksesan dan cinta abadi tidak semudah itu mendapatkannya. Setiap orang tidak akan pernah sukses bila tidak pernah berusaha. Usaha sekecil apapun, itu tetap usaha. Kesuksesan akan menghampiri orang-orang yang bertekad kuat, karena si "sukses" ingin selalu diperjuangkan. Si "sukses" juga tidak akan datang bila tidak dijemput. Ingat, sukses tidak akan pernah datang pada orang yang kegiatannya hanya tidur di pulau kapuk.

Cinta abadi menjadi impian setiap manusia, namun cinta abadi disini bukan cinta sepasang anak adam, melainkan anak adam kepada Sang Pencipta. Inilah yang sangat sulit, karena untuk mencitai-Nya membutuhkan keikhlasan. Cinta yang diucap di mulut saja tidak membuktikan bahwa dirimu benar-benar mencintai-Nya. Dengan beribadah yang giat, selalu mengingat-Nya dan yakin bahwa Dia selalu bersamamu. Allah SWT akan senantiasa ada bagi dirimu yang meyakini bahwa Dia selalu mengawasimu. Mencintai Allah STW adalah cinta yang abadi. 

Rabu, 08 Maret 2017

PUISI


HENING

Biarkanlah sejenak aku menikmati ini
Biarkanlah aku merasakan ketenangan tanpa kegelisahan
Biarkanlah aku berteman dengan sebuah keheningan

Kesendirian tak selamanya membosankan 
Dia bersahabat saat dibutuhkan 
Dia membuat nyaman ketika merasa lelah dari hiruk pikuk kehidupan

Dikeheningan terdapat jiwa yang merasa tenang
Dikeheningan aku mengetahui siapa diriku
Dikeheningan aku mengetahui apa yang aku mau

Dalam keheningan aku merasakanmu
Dalam keheningan kau hadir dalam untaian mimpi
Dan dalam keheningan, aku mencintaimu

Selasa, 07 Maret 2017

PUISI

Kawanku dan Aku
(Chairil Anwar)
Kami sama pejalan larut Menembus kabut Hujan mengucur badan Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan
Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat
Siapa berkata-kata? Kawanku hanya rangka saja Karena dera mengelucak tenaga
Dia bertanya jam berapa?
Sudah larut sekali Hilang tenggelam segala makna Dan gerak tak punya arti

Kepada Kawan

(Chairil Anwar)
Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat, mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat, selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,
belum bertugas kecewa dan gentar belum ada, tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam, layar merah berkibar hilang dalam kelam, kawan, mari kita putuskan kini di sini: Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!
Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam
Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.
Tidak minta ampun atas segala dosa,
Tidak memberi pamit pada siapa saja!
Jadi
mari kita putuskan sekali lagi:
Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi,
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!
PUISI

Cintaku Jauh di Pulau
(Chairil Anwar)
Cintaku jauh di pulau Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar angin membantu, laut terang, tapi terasa aku tidak ‘kan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta, sambil berkata: “Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh! Perahu yang bersama ‘kan merapuh Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau, kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
PUISI

Doa
(Chairil Anwar) 

kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
PUISI 

Aku 
(Chairil Anwar)

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari

Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

PERTEMUAN 6

  Assalamu'alaikum. Wr. Wb   Kali ini saya akan membagikan postingan tugas Pertemuan Soal Latihan matakuliah Pemrograman Web 1. Berikut ...